Tab Menu E

anime

back to top
unik
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

4 Oktober 1957: Uni Soviet Luncurkan Sputnik Satelit Pertama Dunia

Satelit Sputnik 



tepat 55 tahun yang lalu, Uni Soviet berhasil meluncurkan Sputnik ke luar angkasa. Ini merupakan satelit buatan pertama di dunia yang berhasil diorbitkan. Menurut The History Channel, satelit itu diluncurkan dari Tyuratam di Republik Kazakhstan. Sputnik memiliki diameter 22 inci dan beratnya 184 pon dan mengelilingi Bumi setiap satu jam dan 36 menit. Namun, misi Sputnik hanya bertahan sekitar empat bulan. Pada Januari 1958, orbit Sputnik memburuk sebelum akhirnya terbakar di atmosfer. Keberhasilan Soviet meluncurkan Sputnik itu mempelopori perlombaan riset misi ke luar angkasa sekaligus membuka babak baru perseteruan negara komunis itu dengan Amerika Serikat (AS) semasa Perang Dingin. AS mau tak mau harus mengakui keberhasilan seterunya sebagai yang pertama meluncurkan benda ke luar angkasa. Negeri Paman Sam baru meluncurkan satelit bernama Explorer pada 31 Januari 1958. Namun, saat itu, Soviet telah mencapai kemenangan “ideologis lain” ketika mampu meluncurkan mahluk hidup, yaitu seekor anjing, dengan pesawat Sputnik 2, sebelum akhirnya berhasil mengirim seorang kosmonot ke luar Bumi

Senin, 29 April 2013

Human Error

Dalam membicarakan keamanan seringkali dilibatkan permasalahan human error. Memperkecil human eror merupakan faktor utama yang sangat diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko. Dalam High School Dictionary karangan Thorndike Barnhard[8], tertulis :
“human = of person; that people have, having the form or qualities of people; error = something wrong, that is incorect”.
Secara garis besar beberapa versi pengertian human error adalah sebagai berikut :

a. Human error adalah kesalahan manusia yang masih bisa digolongkan sebagai hal yang bisa dimengerti/bisa dipahami/bisa diterima sebagai perwujudan bahwa kemampuan manusia itu terbatas.
b. Human error adalah kekhilafan atau kekeliruan atau kekurangan manusia yang pada jangkauan maksimalnya tumpang tindih dengan sebagian pengertian kelalaian.
c. Human error adalah keterbatasan kemampuan manusia yang belum bisa direkam dalam statistik probabilitas penyimpangan (misalnya dalam variasi kualitas material dasar, variasi besaran beban, toleransi atas penyimpangan pelaksanaan).
d. Human error adalah kesalahan manusia yang sudah tertampung dalam faktor keamanan. Di luar itu hanya ada daerah kelalaian (negligence). Dengan demikian, jika ada kegagalan, tidak mungkin dikaitkan dengan human error.
e. Human error adalah kesalahan manusia yang tidak bisa dihindarkan oleh batas kemampuan standar.
Terlepas dari versi pengertian di atas, sementara dianggap bahwa semua batas ketelitian yang tidak mungkin diatasi oleh standar kemampuan manusia termasuk dalam human error. Bagan di bawah ini merupakan gambaran mengenai poisis garis kebijakan/garis pandang penanganan human error yang berbeda menurut tempat situasi, kondisi, dan pandangan manusia.


Miloslav Matousek dan Lind [8] memperoleh angka-angka seperti di bawah ini :


Perkiraan Alokasi Bobot Penyebab Kegagalan

Penyebab Kegagalan
Tertampung dalam

Faktor
Human
15%-10%
10-5%
Risiko yang diambil sendiri
(1)
eror


(Accepted Risk)




5%
Asuransi


(2)

47,5%-58%

Teratasi oleh badan-badan




counter check, Q/C,

(3)


60-65%
pengawasan, dll



12,5%-7%

Load factor dan faktor reduksi
(4)



kekuatan (dalam batas toleransi)



5%
Risiko yang diambil sendiri
(5)



(Accepted Risk)


Di luar
25%
15%-10%
Teratasi oleh badan-badan
(5)
human


counter check, Q/C,


error


pengawasan, dll




5%-10%
Asuransi


(7)
Sumber : Shahab, Menata Pengertian Keamanan dan Pengamanan Struktur, 1996.

Angka-angka di atas bukanlah angka-angka eksak (deterministik), tetapi cukup memberi kesadaran akan adanya fakta-fakta di atas berikut perkiraan alokasi bobot penyebab kegagalan. Faktor (1), (2), (3), dan (7) atau juga bagian dari faktor (3) dan (6) pada struktur jaman dahulu seringkali tertampung batas keselamatan (margin of safety) yang cukup tinggi yang terhimpun pada faktor (4). Makin tinggi kemampuan kontraktor, makin canggih peralatan dan meningkatnya mutu bahan makin kecil ketidakpastian (uncertainties) mengakibatkan kontraktor makin berani menekan faktor (4). Secara tidak disadari batas keselamatan yang biasanya ‘cukup tersedia’ untuk mengatasi human error, sekarang sensitif terhadap tingkat kemampuan pengendalian human error dan human neglience (kelalaian).